Tragedi di Enrekang: Pikap Gagal Nanjak Jatuh ke Jurang 20 Meter, Warga Bergotong Royong Evakuasi
NEWS Enrekang– Tragedi mengerikan terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, ketika sebuah mobil pikap terjatuh ke jurang sedalam 20 meter setelah gagal menanjak. Kejadian yang terjadi di Dusun Lo’kok, Desa Janggurara, Kecamatan Baraka, ini berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita. Beruntung, sopir selamat meski mengalami luka di tangan dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Yang lebih mengesankan, warga setempat dengan semangat gotong royong segera turun tangan mengevakuasi kendaraan tersebut menggunakan tali seadanya.
Kronologi Kejadian: Pikap Terbalik di Tikungan Menanjak
Menurut keterangan warga setempat, Jinto, mobil pikap tersebut sedang dalam posisi menanjak di jalan yang sekaligus merupakan tikungan. Karena medan yang cukup curam dan mungkin faktor kecepatan atau kondisi kendaraan, sopir tidak mampu mengendalikan mobil hingga akhirnya terbalik dan terjatuh ke jurang.
“Jadi itu tanjakan sekaligus tikungan. Sopir tidak mampu mengendalikan mobilnya hingga terbalik ke jurang,” jelas Jinto.
Jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter itu cukup berbahaya, namun beruntung sopir hanya mengalami luka di bagian tangan. Warga yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke puskesmas.

Baca Juga: BRI Enrekang Gelar Penyerahan Hadiah, Bukti Nyata Bank Rakyat yang Memberi Kejutan
Semangat Gotong Royong Warga Enrekang yang Patut Diacungi Jempol
Setelah memastikan kondisi sopir, warga tidak berhenti di situ. Dengan peralatan seadanya, mereka berinisiatif menarik mobil pikap yang terjatuh ke jurang menggunakan tali. Kerja sama dan solidaritas warga Desa Janggurara patut diapresiasi, menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih sangat kuat di daerah tersebut.
“Warga inisiatif membantu mengevakuasi mobil yang jatuh itu. Memang warga di sini masih sangat bagus jiwa sosialnya, suka membantu secara gotong royong jika ada yang kesulitan seperti itu,” tambah Jinto.
Potensi Bahaya Jalan Menanjak dan Berliku di Enrekang
Kejadian ini juga menyoroti kondisi jalan di wilayah Enrekang yang sebagian besar berbukit dan berkelok. Medan seperti ini membutuhkan keahlian khusus dalam mengemudi, terutama bagi kendaraan berat seperti pikap atau truk. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan serupa antara lain:
-
Rem blong atau kurang optimal – Pada tanjakan curam, rem harus dalam kondisi prima.
-
Kecepatan tidak terkontrol – Sopir harus ekstra hati-hati saat melalui tikungan menanjak.
-
Kondisi jalan licin atau rusak – Jalan yang tidak terawat meningkatkan risiko kecelakaan.
Pemerintah setempat diharapkan bisa melakukan evaluasi terhadap ruas jalan rawan tersebut, apakah perlu pemasangan guardrail, rambu peringatan, atau perbaikan infrastruktur untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Sopir Selamat, Mobil Berhasil Dievakuasi
Berita baiknya, sopir pikap tersebut hanya mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan medis. Sementara mobil yang sempat terjatuh ke jurang berhasil ditarik kembali ke jalan berkat bantuan warga. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pengendara untuk selalu waspada saat melintasi jalan dengan medan ekstrem.




