, ,

Suasana Kantor Balai Kota Berubah Jadi Markas Suporter Jelang Dukungan untuk PSM

by -2290 Views

Appi Munafri Turun Gunung: Gelombang Dukungan dari Makassar Membanjiri Parepare untuk PSM

NEWS Enrekang– Suasana di Kantor Balai Kota Makassar pada Kamis (28/8/2025) siang bukanlah suasana rutin pembahasan anggaran atau infrastruktur. Suasanya lebih mirip dengan markas besar yang sedang menyusun strategi perang. Di tengah kerumunan seragam PSM Makassar dan jaket hitam khas Balaikota Mania (The Batman), duduk seorang pemimpin yang matanya berbinar dengan semangat yang sama seperti para suporter. Dia adalah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atau yang lebih akrab disapa Appi, yang sedang mempersiapkan sebuah misi khusus: mengirimkan gelombang dukungan massal untuk menghadapi rival abadi, Persebaya Surabaya.

Laga lanjutan BRI Liga 1 2025/2026 antara PSM Makassar kontra Persebaya di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Minggu (31/8/2025) bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah pertarungan prestise, perburuan poin krusial, dan yang paling utama, upaya untuk memutus rantai hasil negatif yang telah lama membelit Juku Eja. Dan dalam momen genting seperti inilah, sang mantan nahkoda, turun gunung.

Sebuah Ikatan yang Lebih dari Sekadar Dukungan Formal

Kehadiran Appi Munafri di laga ini memiliki resonansi yang sangat dalam. Ini bukan sekadar kunjungan protokoler seorang wali kota untuk memenuhi undangan. Appi adalah bagian dari DNA PSM. Sebagai mantan CEO klub, ia memahami betul denyut nadi tim, dari ruang ganti hingga tribun penonton. Ia tahu persis bahwa di laga “panas” melawan Persebaya, faktor psikologis dan dukungan suporter seringkali menjadi penentu yang setara dengan strategi taktik di lapangan.

Suasana Kantor Balai Kota Berubah Jadi Markas Suporter Jelang Dukungan untuk PSM
Suasana Kantor Balai Kota Berubah Jadi Markas Suporter Jelang Dukungan untuk PSM

Baca Juga: PSM Siap Hancurkan Persebaya di Kandang Sendiri

“Insya Allah saya akan hadir saksikan laga PSM vs Persebaya. Kita hadir memberikan support ke PSM,” tegas Appi usai menerima perwakilan The Batman. Pernyataan singkatnya penuh keyakinan, sebuah sinyal jelas bahwa ia tidak ingin para pemainnya merasa berjuang sendirian di tanah rantau, meski masih di Sulawesi Selatan.

Mobilisasi Pasukan The Batman dan Seluruh SKPD

Dukungan itu tidak berhenti di kata-kata. Appi segera memerintahkan mobilisasi logistik yang nyata. Pemkot Makassar, melalui koordinasi dengan komunitas Balaikota Mania, menyiapkan 6 hingga 7 unit bus gratis untuk mengangkut rombongan pendukung dari Makassar menuju Parepare.

Yang membuat rombongan ini spesial adalah komposisinya. Ini bukan hanya rombongan suporter biasa. Rombongan ini akan diisi oleh para pejabat dan staf dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Bagian Umum Pemkot. Bayangkan, para birokrat yang biasanya sibuk dengan dokumen dan rapat, akan bersatu padam menggunakan seragam merah-hitam, berteriak lantang menyanyikan yel-yel penyemangat untuk Pasukan Ramang. Bahkan awak media dari Kantor Balai Kota juga dijadwalkan ikut serta untuk memastikan semangat ini terekam dan tersebar luas.

“Yang koordinir Balaikota Mania The Batman, tapi tentu yang sudah punyatiket. Kami siapkan 6-7 kendaraan. Ini bagian dari men-support PSM dengan membawa suporter,” tambah Appi. Kebijakan ini cerdas, karena selain menunjukkan dukungan, juga memastikan aspek keamanan dan kenyamanan bagi para pendukung yang melakukan perjalanan jauh.

Misi Ganda: Poin dan Pemulihan Mental

Laga ini memang sarat beban sejarah. Persebaya seperti menjadi “momok” yang selalu menghantui PSM dalam beberapa pertemuan terakhir. Tren negatif ini harus diputus, dan momentum untuk melakukannya adalah dengan dukungan yang begitu masif. Kehadiran langsung seorang pemimpin seperti Appi Munafri dipercaya dapat memberikan suntikan motivasi ekstra bagi para pemain.

Para pemain PSM akan melihat bahwa pemimpin kotanya, yang juga legenda di klub, duduk di tribun, mempercayai setiap umpan, menahan napas setiap kali serangan, dan bersorak untuk setiap perjuangan mereka. Itu adalah energi yang tidak ternilai harganya. Ini adalah pesan jelas: seluruh kota Makassar, yang diwakili oleh walikotanya dan seluruh jajarannya, berdiri tegak di belakang mereka.

Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare diprediksi akan berubah menjadi lautan merah-hitam. Suara gemuruh dari ribuan suporter Makassar yang melakukan perjalanan darat akan berusaha menciptakan suasana “kandang away from home”. Mereka akan menjadi pasukan ke-12 yang akan menyulitkan setiap gerak-gerik pemain Persebaya dan sekaligus menyuntikkan adrenalin bagi para pahlawan di lapangan hijau.

Sebuah Simfoni Dukungan yang Menunggu Gemanya

Pada akhirnya, sepak bola adalah tentang emosi, kebanggaan, dan identitas. Langkah Wali Kota Munafri Arifuddin ini adalah contoh nyata bagaimana sepak bola bisa menjadi perekat yang luar biasa, melampaui batas birokrasi dan menyatukan semua elemen masyarakat dalam satu tujuan.

Minggu sore di Parepare nanti bukan hanya akan menjadi ajang pertarungan 22 pemain di lapangan. Ia akan menjadi panggung dimana kebanggaan sebuah kota dipertaruhkan. Dan dengan “turun gunung”-nya Appi Munafri bersama ribuan pasukan dukungannya, PSM Makassar tidak akan berjuang sendirian. Mereka membawa doa, semangat, dan harapan seluruh jiwa yang mencintai Juku Eja. Semua kini menanti, apakah gelombang dukungan yang dipimpin langsung sang mantan nahkoda ini akan menjadi mantra sakti yang memutus rantai kekalahan dan membawa tiga poin pulang ke Makassar? Jawabannya hanya ada di Stadion Gelora BJ Habibie. Salam satu jiwa!

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.