, ,

Produksi Ayam Petelur Sulsel Anjlok 28%, Parepare Paling Terpuruk

by -2124 Views

Data Terbaru Ungkap Tren Naik Turun Produksi Daging Unggas Sulsel, Ini Rinciannya

NEWS Enrekang– Produksi daging unggas di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan dinamika yang menarik untuk dicermati. Data terbaru dari Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka 2025 mengungkapkan fluktuasi produksi tiga jenis unggas utama: ayam petelur, ayam pedaging, serta itik dan itik Manila. Tren ini bervariasi di tiap kabupaten/kota, mencerminkan tantangan dan peluang dalam sektor peternakan lokal.

1. Ayam Petelur: Penurunan Signifikan, Beberapa Daerah Justru Naik

Pada 2023, total produksi daging ayam petelur di Sulsel mencapai 5,64 juta kilogram. Namun, proyeksi 2024 menunjukkan penurunan menjadi 4,08 juta kilogram—penyusutan hampir 28%.

Daerah dengan Penurunan Terbesar:

  • Kota Parepare: Produksi anjlok dari 1,53 juta kg (2023) menjadi hanya 108 ribu kg (2024)—penurunan 93%.

  • Maros: Turun dari 1,16 juta kg menjadi 707 ribu kg.

  • Bone: Dari 415 ribu kg menjadi 292 ribu kg.

Daerah yang Justru Meningkat:

  • Gowa: Naik dari 706 ribu kg menjadi 881 ribu kg.

  • Wajo: Meningkat dari 51 ribu kg menjadi 76 ribu kg.

Produksi Ayam Petelur Sulsel Anjlok 28%, Parepare Paling Terpuruk
Produksi Ayam Petelur Sulsel Anjlok 28%, Parepare Paling Terpuruk

Baca Juga: Masyarakat Berduka, Kades Salebba Meninggal Usai Serangan Tikam di Malam Hari

Analisis: Penurunan produksi ayam petelur diduga dipengaruhi oleh tingginya biaya pakan, wabah penyakit, atau peralihan peternak ke komoditas lain yang lebih menguntungkan. Sementara itu, kenaikan di beberapa daerah mungkin disebabkan oleh dukungan program pemerintah atau investasi baru di sektor peternakan.

2. Ayam Pedaging: Tren Konsisten Naik, Kontributor Utama Pasokan Daging

Berbeda dengan ayam petelur, produksi ayam pedaging justru menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2023, produksinya mencapai 117,05 juta kg, dan diproyeksikan naik menjadi 121,21 juta kg pada 2024—kenaikan 3,5%.

Faktor Pendukung Kenaikan

  • Tingginya permintaan daging ayam sebagai sumber protein utama masyarakat.

  • Efisiensi budidaya ayam pedaging yang relatif lebih cepat panen (35-40 hari) dibanding ayam petelur.

  • Dukungan industri peternakan skala besar yang terus berinvestasi di Sulsel.

Daerah Penghasil Utama:

  • Maros dan Gowa tetap menjadi sentra produksi utama.

  • Bone dan Soppeng juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Prospek: Dengan permintaan yang stabil, ayam pedaging tetap menjadi pilar utama ketahanan pangan Sulsel. Namun, tantangan seperti harga pakan fluktuatif dan risiko penyakit perlu diantisipasi.

3. Itik & Itik Manila: Fluktuasi Produksi, Beberapa Daerah Dominan

Produksi daging itik dan itik Manila (entok) di Sulsel mengalami penurunan dari 637,8 ribu kg (2023) menjadi 485,2 ribu kg (2024)—penyusutan 24%.

Daerah dengan Produksi Tertinggi

  • Sidenreng Rappang (Sidrap): Konsisten di angka 227 ribu kg (2023) dan 229 ribu kg (2024).

  • Wajo: Produksinya relatif stabil.

Daerah dengan Penurunan Drastis

  • Sinjai: Turun dari 2.000 kg menjadi kurang dari 1.000 kg.

  • Bulukumba: Produksi berkurang hampir 50%.

Penyebab Fluktuasi:

  • Minimnya dukungan teknologi budidaya dibanding ayam.

  • Permintaan pasar yang lebih rendah, sehingga peternak beralih ke komoditas lain.

  • Faktor cuaca yang memengaruhi produktivitas.

Peluang Pengembangan:

  • Pengolahan produk turunan (telur asin, dendeng itik) bisa meningkatkan nilai jual.

  • Program bantuan bibit unggul dari pemerintah daerah.

Data terbaru ini menunjukkan bahwa sektor peternakan unggas Sulsel menghadapi dinamika kompleks:
✅ Ayam pedaging tetap jadi andalan dengan tren produksi positif.
⚠️ Ayam petelur mengalami tekanan, perlu intervensi kebijakan untuk stabilisasi.
🦆 Itik & itik Manila butuh inovasi agar tidak semakin tergerus.

Rekomendasi:

  1. Program stabilisasi harga pakan untuk mengurangi beban peternak.

  2. Peningkatan biosekuriti gantisipasi wabah penyakit.

  3. Diversifikasi produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah.

Dengan strategi tepat, Sulsel bisa mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan unggas nasional.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.