NEWS Enrekang– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat nilai-nilai spiritual dan kebangsaan. bertepatan dengan 12 Rabi’ul Awal 1447 Hijriyah, Pemkab Enrekang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan doa bersama serta deklarasi damai untuk Indonesia, dengan tema besar “Menuju Enrekang Sejahtera”.
Acara yang berlangsung khidmat di ruang pola Kantor Bupati Enrekang ini dihadiri langsung oleh Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, bersama jajaran pejabat penting daerah. Hadir pula Ketua DPRD dan sejumlah anggota legislatif, jajaran Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, serta para kepala perangkat daerah.
Kehadiran tokoh-tokoh lintas sektor semakin menambah bobot acara ini. Dari unsur keagamaan hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Enrekang, pimpinan MUI, Baznas, LPTQ, DMI, hingga para ulama dan tokoh masyarakat. Dari unsur pendidikan tampak Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen). Sementara dari unsur pemerintahan dan sosial hadir para camat, pimpinan BUMN/BUMD, PMI, hingga perwakilan organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Pesan Bupati: Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam sambutannya, Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, mengajak seluruh masyarakat menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi momentum untuk memperdalam rasa syukur atas hadirnya Rasulullah SAW sebagai teladan terbaik bagi umat manusia.
“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani sifat Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam keseharian kita, terutama dalam bekerja dan melayani masyarakat,” ujar Bupati.

Beliau menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, jika seluruh elemen masyarakat mampu mengamalkan keteladanan Nabi, maka Enrekang akan semakin damai, harmonis, dan menuju kesejahteraan yang hakiki.
Selain itu, Bupati juga mendorong aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. “Pelayanan yang baik adalah cerminan akhlak mulia, karena hakikatnya kita sedang mengabdi untuk kesejahteraan rakyat,” tandasnya.
Deklarasi Damai: Menolak Kekerasan, Hoaks, dan Ujaran Kebencian
Setelah peringatan Maulid, acara dilanjutkan dengan Deklarasi Damai Menuju Indonesia Damai dan Enrekang Sejahtera. Deklarasi ini menjadi peneguhan komitmen bersama seluruh elemen pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda.
Isi deklarasi mencakup poin-poin penting:
-
Meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa.
-
Menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, dan hoaks.
-
Mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.
-
Menjaga kondusivitas daerah agar tetap aman dan damai.
-
Memberi ruang dan dorongan kepada generasi muda untuk berkontribusi melalui gagasan kritis dan membangun demi masa depan Enrekang.
Sebagai wujud nyata komitmen, deklarasi tersebut ditandatangani bersama oleh Bupati, Wakil Bupati, Dandim 1419, Kapolres, Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Sekda, Kepala Kemenag, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.




