NEWS Enrekang– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai, Sulawesi Tengah, terus mencari strategi untuk menekan laju inflasi daerah yang dalam beberapa bulan terakhir masih menunjukkan tren peningkatan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendatangkan pasokan bawang merah dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Kawasan Timur Indonesia.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, Sri Wahyuni Djafar, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan pengecekan lapangan langsung ke Enrekang pada Juli 2025. “Baru cek lapangan, mencari tahu potensi pasokan bawang merah,” ujarnya
Sri Wahyuni menambahkan, kerja sama resmi akan segera ditandatangani dalam waktu dekat. “September ini, Pak Bupati akan menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Enrekang,” jelasnya.
Enrekang, Lumbung Bawang Merah untuk Timur Indonesia
Enrekang sendiri ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai daerah pemasok bawang merah bagi wilayah Indonesia Timur. Dengan kapasitas produksi yang melimpah, daerah berjuluk “Bumi Massenrempulu” itu menjadi tumpuan banyak daerah untuk menjaga kestabilan harga bawang merah.
“Banggai menjadi daerah ke-71 yang akan menjalin kerja sama dengan Enrekang,” kata Sri Wahyuni.
Inflasi Terkendala Harga Pangan
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai, pada Agustus 2025 tercatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,55 persen. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 4,66 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 4,27 persen.

Baca Juga: KPP Pratama Parepare Serahkan Piagam Wajib Pajak ke Tiga Camat di Enrekang
Komoditas penyumbang inflasi di Banggai mayoritas berasal dari kebutuhan pangan rumah tangga, seperti bawang merah, ikan cakalang, ikan katamba, serta beras. Harga bawang merah yang berfluktuasi tajam dalam beberapa bulan terakhir menjadi faktor utama mendorong kenaikan indeks harga.
Produksi Lokal Masih Terbatas
Meski Banggai memiliki produksi bawang merah sendiri, jumlahnya masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Data tahun 2024 mencatat produksi bawang merah Kabupaten Banggai hanya sekitar 2.559,75 kwintal per tahun.
Produksi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Toili, Moilong, Luwuk, Luwuk Utara, Luwuk Selatan, Pagimana, Lobu, Bualemo, Masama, Balantak Selatan, hingga Balantak Utara. Namun, produktivitas lahan masih rendah sehingga pasokan tidak sebanding dengan permintaan.




