NEWS Enrekang– Suasana duka menyelimuti Kabupaten Takalar setelah kecelakaan maut merenggut nyawa tiga pelajar sekolah menengah pertama (SMP). Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (19/9/2025) sore sekitar pukul 17.55 WITA, di jalan poros yang menghubungkan Galesong Utara dengan Jalan Pendidikan.
Ketiga korban diketahui masih belia, masing-masing bernama Putra Ramadani (13), yang mengendarai motor, serta dua rekannya, Muhammad Ramadhan (13) dan Zul Jalali (11). Mereka bertiga meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang mereka kendarai terjatuh dan tubuh mereka terlindas ban truk besar yang melintas dari arah berlawanan.
Kronologi Kejadian
Kasat Lantas Polres Takalar, AKP Malik, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika ketiga pelajar tersebut melaju dari arah Jalan Poros Galesong Utara menuju Jalan Pendidikan. Saat hendak mendahului kendaraan lain, tiba-tiba sebuah truk melaju dari arah berlawanan.
“Kaget melihat truk yang datang mendadak, pengemudi motor hilang kendali hingga terjatuh di tengah badan jalan. Naas, mereka kemudian terlindas ban truk tersebut,” ungkap AKP Malik.
Petugas Satlantas yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah ketiga korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Sopir Truk Serahkan Diri
Usai insiden maut itu, sopir truk menunjukkan sikap kooperatif dengan langsung menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Hingga kini, sopir tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif. Sementara itu, kendaraan truk yang terlibat juga telah diamankan sebagai barang bukti.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sopir sudah kami amankan, kendaraan juga ditahan untuk proses hukum,” tambah AKP Malik.
Gelombang Duka

Baca Juga: Bupati Enrekang Lepas Kontingen OSN dan GSI “Ukir Prestasi Jangan Takut Gagal”
Kabar duka ini cepat menyebar di tengah masyarakat Takalar, mengingat para korban masih duduk di bangku SMP dan dikenal sebagai anak-anak yang aktif di sekolah maupun lingkungan sekitar. Tangisan keluarga pecah ketika jenazah ketiganya tiba di rumah duka.
Warga sekitar turut menyampaikan rasa duka mendalam, sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak yang sudah mulai mengendarai kendaraan bermotor, terlebih di jalan raya yang ramai dilalui kendaraan besar.
Minimnya keterampilan berkendara, ditambah kurangnya kesadaran akan bahaya jalan raya, membuat mereka sangat rentan terhadap kecelakaan fatal.
“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan biarkan kejadian serupa kembali terulang,” tegas AKP Malik.




