DLH Gelar Pelatihan Sosialisasi Pengolahan Sampah

by -174 Views

DLH Kota Batu Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Pengolahan Sampah untuk Cegah TPST3R Mati Suri

News Enrekang – Dalam upaya mencegah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, dan Recycle (TPST3R) mengalami mati suri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menggelar kegiatan pelatihan dan sosialisasi pengolahan sampah bagi masyarakat, pengelola TPST3R, serta komunitas peduli lingkungan.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi, yang berharap agar seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal. Menurut Asmadi, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berkontribusi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Semakin banyak yang aktif menangani sampah, semakin bersih lingkungan kita. Jika sampah dikelola dengan benar, bukan hanya membuat lingkungan bersih, tapi juga bisa mensejahterakan masyarakat,” ujar Asmadi.

Tujuan Pelatihan dan Sosialisasi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mendalam kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah, sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap Peraturan Walikota Batu Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Peraturan Walikota Batu Nomor 66 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah.

“Kegiatan ini kami laksanakan agar masyarakat, pengelola TPST3R, dan komunitas lingkungan mengetahui prosedur pengelolaan sampah yang benar. Selain itu, kami juga membagikan pengalaman sukses (success story) dari pengelolaan sampah di berbagai daerah di Jawa Timur,” kata Aries Setiawan.

Materi dan Peserta Pelatihan

Pelatihan dan sosialisasi ini mencakup beberapa materi penting, antara lain:

  • Teknis pengelolaan sampah: mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah rumah tangga maupun industri kecil.

  • Best practices dan success story: pengalaman pengelolaan sampah dari DLH Kota dan Kabupaten lain di Jawa Timur.

  • Peran pengelola TPST3R dan Bank Sampah: strategi operasional dan manajemen agar sampah dapat dikelola secara optimal.

  • Peran komunitas dan pegiat lingkungan: inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta edukasi publik.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai lapisan, termasuk perangkat desa, pengelola TPST3R, anggota Bank Sampah, komunitas lingkungan, hingga pegiat muda yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah.

Dampak yang Diharapkan

Menurut Aries Setiawan, jika TPST3R aktif dan berjalan sesuai fungsinya, maka aktivitas pengelolaan sampah di tingkat desa dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak rumah tangga.

“Dengan pengelolaan yang tepat, sampah yang sebelumnya menjadi masalah justru dapat menjadi sumber daya ekonomi melalui pemilahan, daur ulang, atau pembuatan kompos. Aktivitas ini juga menciptakan peluang kerja baru di masyarakat,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat

DLH Kota Batu menekankan bahwa keberhasilan TPST3R dan Bank Sampah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab setiap individu.

Aries menambahkan, pemerintah kota siap memberikan pendampingan teknis dan supervisi berkala agar pengelolaan sampah dapat terus berjalan optimal, serta mengedukasi masyarakat agar terbiasa dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Harapan Jangka Panjang

Kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pengelolaan sampah jangka pendek, tetapi juga membangun budaya kebersihan dan lingkungan berkelanjutan di Kota Batu. Dengan TPST3R yang aktif, diharapkan setiap desa di Kota Batu mampu menekan volume sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi melalui inovasi pengelolaan sampah.

“Tujuan akhirnya adalah Kota Batu menjadi kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Masyarakat yang sadar akan pengelolaan sampah akan membuat kota ini lebih nyaman ditinggali, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif dari sampah yang dikelola dengan benar,” tutup Aries Setiawan.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.