, ,

Bupati Enrekang Mandi di Saluran Bambu Lestarikan Tradisi ‘Mandio Saluran’

by -1756 Views

Bupati Enrekang Mandi di Saluran Bambu, Gairahkan Tradisi dan Ekonomi Warga

NEWS Enrekang– Tahun ini, pesta adat tahunan itu menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Di antara warga yang mengenakan pakaian adat atau baju sederhana, tampak seorang pria berdasi lengkap dengan kemeja putih dan celana kain, pakaian dinasnya, langsung terjun dan ikut mandi bersama. Dialah Bupati Enrekang, M. Yusuf Ritangnga atau yang akrab disapa Aji Ucu.

Suasana di Dusun Baka, Desa Pundilemo berbeda dari biasanya. Gemericik air jernih yang mengalir melalui saluran-saluran bambu (leleng), diselingi gelak tawa riang ratusan warga yang berkumpul. Mereka bukan sekadar mandi, tetapi sedang melestarikan sebuah warisan leluhur: Pesta Adat Mandio Saluran.

Aksi spontannya menyatu dengan masyarakat, tanpa sungkan dan penuh keceriaan, langsung memecahkan kekakuan protokoler. Sontak, tepuk tangan riuh dan sorak-sorai kegembiraan membahana di antara hamparan persawahan dan bukit yang mengelilingi dusun tersebut. Sebuah potret pemimpin yang tak jaga jarak, tetapi justru merangkul erat tradisi rakyatnya.

Makna Mendalam di Balik Ritual Mandio Saluran

Pesta Adat Mandio Saluran bukan sekadar acara mandi-mandi biasa. Bagi masyarakat Dusun Baka, ini adalah ritual syukur yang telah mengalir dalam darah mereka selama ratusan tahun. Tradisi turunan ini digelar usai panen, sebagai wujud terima kasih kepada Nenek Puang di Liu’ Tedong (Tuhan Yang Maha Esa) atas kelimpahan air yang menyuburkan sawah dan kehidupan mereka.

Saluran bambu, atau leleng, adalah jantung dari ritual ini. Bambu-bambu besar dibelah dan disusun sedemikian rupa membentuk saluran air sepanjang puluhan meter dari sumber air di perbukitan. Air yang mengalir jernih dan dingin bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi juga diyakini menyucikan jiwa dan memperkuat tali persaudaraan (sipakatau, sipakainge, sipakalebbi).

“Ini adalah kearifan lokal kita. Di sini, semua sama. Kaya, miskin, tua, muda, pejabat, atau rakyat biasa, semuanya bersatu dalam kesederhanaan dan kebahagiaan yang sama di bawah aliran air ini,” ujar Ambo Dalle, seorang tetua adat setempat.

Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga buka Dengan Resmi Tradisi Mandio Saluran Tallu Dusun Ba'ka

Baca Juga: Dansatgas TMMD 125 Kodim 1419/Enrekang Tinjau Pengecoran Jalan Desa Pekalobean

Sebuah Aksi Spontan yang Menyentuh Jiwa

Kehadiran Bupati Yusuf Ritangnga sebenarnya dalam rangka kunjungan kerja. Namun, melihat keceriaan dan keakraban warga, tanpa pikir panjang ia melepas sepatu dan ikut terjun ke dalam saluran. Meski pakaian dinasnya basah kuyup, senyumnya tak lepas.

“Ini baru pemimpin! Bisa turun ke bawah, merasakan apa yang kita rasakan,” ujar Sari, seorang ibu rumah tangga yang ikut dalam pesta itu, dengan mata berbinar.

Aksi tersebut bukanlah sebuah pencitraan yang direncanakan, melainkan sebuah authentic leadership yang langka. Ia menunjukkan empati, kerendahan hati, dan penghormatan yang tulus pada nilai-nilai budaya. Bagi warga, sang Bupati tidak hanya datang sebagai tamu undangan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang ikut merayakan kebahagiaan mereka.

“Kebersamaan seperti inilah yang menguatkan kita. Pemimpin harus hadir di tengah denyut nadi kehidupan masyarakatnya, merasakan kegembiraan dan juga kesulitannya,” kata Aji Ucu usai acara, dengan baju yang masih basah.

Dari Tradisi Menuju Ekonomi: Gula Aren dan Potensi Wisata Budaya

Pertama, ia mendorong agar Pesta Adat Mandio Saluran tidak hanya menjadi agenda desa, tetapi dinaikkan statusnya menjadi agenda tahunan tingkat kabupaten. Hal ini akan memberikan dampak promosi yang lebih besar.

Kedua, ia menyoroti produk unggulan Desa Pundilemo yang sudah terkenal, yaitu Gula Aren. Di sela-sela pesta, ia meninjau dan berdialog dengan para perajin gula aren. Ia berjanji bahwa pemerintah daerah akan intens membina dan mempromosikan UMKM setempat.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.